Minggu, 29 Oktober 2023

BERINGIN

 Beringin (Ficus benjamina dan beberapa jenis (genus) Ficus lain dari suku ara-araan atau Moraceae), yang disebut juga waringin atau (agak keliru) ara (ki ara, ki berarti “pohon”), dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot. Pemulia telah mengembangkan beringin berdaun loreng (variegata) yang populer sebagai tanaman hias ruangan. Beringin juga sering digunakan sebagai objek bonsai.

Beringin adalah tumbuhan asli dari Asia dan Australia.[2] Varietas beringin yang baru saja dideskripsikan, Ficus benjamina var. Bracteata ditemukan di hutan karang yang terangkat di daerah Taiwan selatan. Beberapa spesies beringin juga telah dinaturalisasi di Hindia Barat serta di negara bagian Florida dan Arizona di Amerika Serikat.[3][4] Buah beringin relatif kecil, dan biasanya disukai oleh beberapa burung, seperti walik raja, merpati buah wompoo (Ptilinopus magnificus), merpati buah bintik merah muda (Ptilinopus perlatus), Ptilinopus ornatus, merpati buah berperut oranye (Ptilinopus iozonus), merpati kekaisaran torres (Ducula spilorrhoa, dan merpati kaisar ekor ungu (Ducula rufigaste).[5]

Beringin sangat akrab dengan budaya asli Indonesia. Tumbuhan berbentuk pohon besar ini sering kali dianggap suci dan melindungi penduduk setempat. Sesaji sering diberikan di bawah pohon beringin yang telah tua dan berukuran besar karena dianggap sebagai tempat kekuatan magis berkumpul. Beberapa orang menganggap tempat di sekitar pohon beringin adalah tempat yang “angker” dan perlu dijauhi.

Pohon bodhi sering dipertukarkan dengan beringin, meskipun keduanya adalah jenis yang berbeda.


                                                          


BAGIAN-BAGIAN POHON BERINGIN

memiliki bentuk yang besar dan berbatang tegak dengan tinggi hingga 35 meter atau lebih. Ia mempunyai kanopi berbentuk bulat.






Kulit batang pohon beringin berwarna putih keabu-abuan dan punya banyak akar napas yang lebat dan panjang.












Daun pohon ini memiliki susunan yang tunggal dan tulang daunnya sejajar. Sementara, buahnya berbentuk corong dan buahnya berbentuk bulat yang tumbuh di ranting.






Menurut tulisan Sutomo (2009) yang dimuat pada buku ini, buah pohon beringin tumbuh tunggal atau berpasangan, berbentuk bulat dan warnanya ketika masak adalah kekuningan hingga merah 




MANFAAT BERINGIN




Kanopi pohon beringin yang rindang membuat tanaman ini sering ditanam sebagai peneduh di halaman rumah atau taman kota. Saat ini, pemanfaatannya sudah berkembang menjadi obat dan akar gantungnya digunakan sebagai obat pilek, demam, radang amandel, nyeri sendi, memar, impotensi.

Sementara daunnya dimanfaatkan sebagai obat flu, bronkitis, batuk rejan, malaria, radang usus akut, disentri, dan kejang panas pada anak, demikian berdasarkan tulisan Dalimartha (1999) dan Sutomo (2009).

Di samping itu, menurut Attia (2004), pohon beringin ditanam, sebagai tanaman hias di ruangan. Pohon ini juga ditanam dalam bentuk bonsai.


FILOSOFI POHON BERINGIN



FILOSOFI DALAM KEBUDAYAAN JAWA
Pada masa kerajaan Hindu-Buddha, tanaman ini dihormati layaknya candi yang dianggap sebagai tempat untuk dewa. Penelitian Viekkle (2008) mengungkapkan bahwa di era tersebut, beringin dianggap sebagai tempat tinggal arwah manusia dan yang menebangnya akan mendapat musibah.

Di zaman kerajaan Majapahit, tanaman ini menjadi bagian penting taman kerajaan, demikian menurut Riana (2009).

Kekuatan pohon beringin sendiri telah lama dikenal dalam kebudayaan Jawa. Kekuatan pohon ini memiliki sebutan 'waringin sungsang' atau beringin sungsang'.

Beringin sungsang adalah nama kekuatan yang dianggap sangat kuat. Dalam pewayangan, kekuatan ini dimiliki raja kera Hanoman untuk menghadapi raksasa jahat yang bernama Sarpakenaka.

Sementara, menurut Heyne (1987) dan Duyono (2007), dalam pandangan budaya Jawa, pohon beringin paling dihormati dibanding tanaman lain karena dianggap suci dan sakral. Sehingga, tanaman ini mendapat sesaji tiap malam Jumat.

Secara umum, pohon beringin dianggap sebagai lambang watak pemimpin yang baik, dimana harus dapat mengayomi. Sehingga tanaman ini banyak ditanam di tempat penguasa sebagai pengingat pada mereka.

FILOSOFI DALAM AGAMA
Daun beringin secara filsafati bagi umat Hindu sebagai lambang kesucian, lambang agni, dan sebagai alas untuk kesucian, baik dalam upacara Dewa Yajnya, Pitra Yadnya, maupun pelaksanaan yajnya lainnya. Keyakinan masyarakat Bali tersebut bukanlah suatu hal yang tidak beralasan, tanpa landasan sastra yang jelas.


FILOSOFI DALAM LAMBANG PANCASILA
Lebih lanjut, pohon beringin dapat diartikan sebagai tempat berteduh, sejajar dengan Indonesia yang ramah dan nyaman bagi setiap individu. Selain itu, pohon beringin juga dikenal sebagai simbol umur panjang dan akar yang kokoh, mencirikan ketahanan dan pertumbuhan berkelanjutan.




Minggu, 08 Oktober 2023

TENTANG SAYA

    Hallo<3         

               Perkenalkan saya Nabila Keisha Sakhi. Saya berusia 14 tahun. Saya lahir/berasal dari Surabaya. Saya merupakan anak pertama dari keluarga saya.. Dulu sebelum berada di Jombang,saya tinggal di Bondowoso.

              Saya bersekolah di SMPN 2 Jombang kelas sembilan. Mata pelajaran favorit saya adalah ilmu pengetahuan alam dan bahasa Indonesia.

              Hobi saya adalah membaca dan bermain. Saya suka membaca buku/website pengetahuan, informasi dan hiburan. Saya juga suka bermain game online seperti game RPG. Makanan kesukaan saya adalah mie,kripik,dan susu. 

             Saya mengikuti ekskul IPA di sekolah. Belajar IPA sangat menyenangkan. Mengikuti IPA membuat saya merasa tertantang dan mengasah otak.

             Saat liburan tiba biasanya keluarga saya akan pergi ke Surabaya. Surabaya merupakan kota yang luar biasa. Banyak gedung tinggi dan taman yang indah.

              Cita-cita saya adalah menjadi dokter. Saya ingin menyelamatkan orang yang sakit. Saya berharap warga Indonesia hidup sehat dan bebas dari penyakit.


WELCOME

SELAMAT DATANG DI WEB BLOG SAYA!!!
WEB YANG MEMBAHAS,MENGUPAS,MENGURAIKAN TENTANG INFORMATIKA

 Haii